Carry Pick Up Sampai ke Amerika Selatan

OTOSIA.COM – Keunggulan Suzuki Carry Pick Up sebagai kendaraan angkut ringan dengan daya tampung hingga 1 ton, dilatarbelakangi kisah lama di Indonesia.

Generasi awalnya dikenal dengan “trung-tung” karena mengikuti suaranya. Sebab, mobil bernama asli Suzuki Super Carry ST20 ini masing menggunakan mesin 2-tak.

Tentu teknologinya kini sudah beradaptasi berusaha memenuhi faktor-faktor yang menjadi permintaan pasar, yang bagi Suzuki kemudian diistilahkan dengan ILMU.

“I.L.M.U, Irit bensin dan perawatannya, Lama umur pakainya, Muat banyak, serta Untung diujung,” ujar Dony Saputra, 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

ILMU itu sendiri tergambarkan akan terwujud dengan dukungan mesin K15B-C yang diklaim irit, kuat, dan biaya perawatan yang ramah di kantong.

Beban satu ton yang bisa dibawanya antara lain karena didukung bak dengan panjang 2.505 mm, lebar 1.745 mm, dan tinggi 425 mm.

Ditambah klaim kelengkapan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai standar, sejumla poin memang pada akhirnya bukan hanya melanjutkan legendar Trung-Tung di Indonesia tetapi juga bahkan dunia.

Sebab, catatan pada masa pandemi dan surutnya ekonomi termasuk di Indonesia, justru pada Januari 2021, menurut data PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), ekspor mereka naik tipis 7 persen dibandingkan bulan Desember tahun sebelumnya.

Ekspor SIM pada bulan Januari itu sendiri didominasi oleh New Carry Pick Up dengan kontribusi 35,4 persen.

“Peningkatan ekspor ini meningkatkan optimisme kami untuk memaksimalkan volume ekspor di tahun 2021, baik CBU maupun CKD agar dapat berkontribusi pada perekonomian di Indonesia,” kata Apriyanto, Assistant to Production Planning Control Dept SIM saat itu.

Carry pun terbang sampai Amerika Selatan. Menurut data Suzuki, produk dari Bekasi tersebut diekspor ke 51 negara, baik CBU maupun CKD. Ke-51 negara tujuan ekspor tersebut tersebar di Asia, Amerika Selatan, Timur Tengah, Oseania, hingga Afrika.

https://www.otosia.com/berita/carry-pick-up-penerus-si-trung-tung-yang-sampai-ke-amerika-selatan.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *